Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2015

Beijing : Kota Paling Mematikan di Dunia



Jika Anda bertanya mana kota di dunia yang mempunyai udara paling mematikan, mungkin ibukota China, Beijing, bisa menjadi jawabannya. Bayangkan saja, menghirup udara kota ini sama dengan menjadi perokok aktif. Berdasarkan penelitian tim ilmuwan Amerika 'Barkeley Earth', bernapas satu hari saja di Beijing setara dengan mengisap 40 batang rokok.

Yang lebih berbahaya, udara Beijing juga mengandung partikel polusi yang berukuran kurang dari 2,5 mikron, membuatnya bisa masuk ke bagian paru-paru terdalam. Efeknya pun menakutkan, udara tercemar itu bisa menyebabkan kanker asthma, kanker paru-paru, serangan jantung, sampai stroke.

"Ketika aku berada di Beijing, polusi udara berada di tingkat berbahaya. Setiap jam bernapas di sana mengurangi angka harapan hidupku hingga 20 menit. Berarti, setiap lelaki, wanita, anak-anak di Beijing mengisap 1,5 batang rokok setiap jam," ungkap Richard Muller, pimpinan tim Barkeley Earth, Daily Mail (18/08).

Menurut laporan dinas kesehatan China, polusi udara membunuh setidaknya 4.000 orang per hari, atau sama dengan 17 persen dari kematian di China. Tingginya polusi di China sering disebut merupakan akibat dari banyaknya pabrik dan pembangkit listrik yang menghasilkan zat buangan berupa gas berbahaya.

Kamis, 03 September 2015

Rumah Penyair Kahlil Gibran

Mari Menengok Rumah Penyair Legendaris Kahlil Gibran

Anda pernah mendengar nama Kahlil Gibran? atau pernah membaca syair-syairnya? Yup dialah penyair terkenal dari Lebanon. Sang Nabi adalah salah satu karyanya yang menceritakan tentang Rasulullah Muhammad SAW junjungan umat muslim di seluruh dunia.

Datanglah ke kawasan Khadisa, Libanon Utara. Di sana, tepatnya di desa kecil bernama Bsharri terdapat rumah yang diyakini sebagai tempat kelahiran Gibran Kahlil Gibran. Rumah kecil ini seringkali diziarahi pengunjung untuk sekadar melihat-lihat kediaman yang kini berfungsi sebagai museum mini tersebut.

Di tempat ini kita bisa menyaksikan bukan hanya lukisan Gibran, tetapi juga makam sang pujangga. Desa kelahiran Gibran berjarak 120 km dari kota Beirut. Bsharri merupakan sebuah desa yang dikelilingi perbukitan indah.

Bergeser sedikit ke utara Bsharri, Anda bisa menyaksikan hamparan pepohonan cedar berselimutkan salju. Cedar memiliki kesamaan fisik dengan pohon cemara. Cedar sendiri merupakan salah satu 'ikon' dari negara Libanon. Begitu bangganya masyarakat Libanon dengan pohon ini, sampai-sampai bendera negara mereka pun memakai cedar sebagai lambangnya.

sumber: dream.co.id

Ghadames : Kota Anti Zina



Di Libya ada sebuah kota yang populer lantaran keunikannya. Kota itu bernama Ghadames. Dilansir dari Amusing Planet, Ghadames yang dijuluki 'pearl of dessert' atau 'mutiara gurun' ini unik lantaran 2 hal.

Pertama, arsitektur pemukiman masyarakat di sini yang kompleks dan seperti sarang lebah. Kedua, di kota ini kaum pria dan wanita hidup terpisah. Pemisahan kaum pria dan wanita dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk penerapan hukum Islam agar terhindar dari zina.

Kota Ghadames terletak di distrik Nalut, Tripolitania, bagian barat daya Libya. Populasi di kota ini sekitar 10.000 kepala. Rumah-rumah di tempat ini memiliki arsitektur khas berbentuk vertikal.


Hasil gambar untuk Ghadames

Lantai dasar digunakan untuk menyimpan persediaan makanan. Sementara lantai lain untuk keluarga, dan di lantai paling atas terdapat sebuah teras terbuka yang disediakan khusus untuk para wanita.

Teras terbuka di atas dibuat sambung-menyambung antara satu rumah dengan rumah lainnya agar para perempuan dapat bergerak bebas, berkomunikasi dengan teman dan tetangga.

Bagian atas ini dibuat tertutup di bawahnya. Sehingga kaum pria yang ada di bagian bawah tak bisa melihat aktivitas para wanita di atas.

Ghademes merupakan sebuah kota tua. Sejarah mencatat, kota ini sudah ada sejak periode Romawi. Kala itu pemukiman ini dikenal dengan nama Cydamus, sebuah kota benteng di abad ke-1 SM.